KANKER SERVIKS !!
Tiap 1 Jam, 1 Wanita Indonesia Meninggal
Stadium Kanker Serviks
Kanker serviks merupakan pertumbuhan dari suatu kelompok sel yang tidak normal
pada serviks (leher rahim)
Penyebab Kanker Serviks
Penyebab utama kanker serviks adalah infeksi Human Papilloma Virus (HPV atau virus papiloma manusia). Sekitar 70% kejadian kanker serviks merupakan akibat dari HPV 16 dan HPV 18. Awalnya sel kanker berkembang dari serviks / mulut rahim yang letaknya berada di bawah rahim dan di atas vagina. Oleh sebab itu kanker serviks disebut juga kanker leher rahim atau kanker mulut rahim. Di mulut rahim ada dua jenis sel, yaitu sel kolumnar dan sel skuamosa. Sel skuamus ini sangat berperan dalam perkembangan kanker serviks.
Yang perlu diketahui mengenai virus HPV :
1. HPV dapat ditularkan melalui hubungan seksual.
2. Penularan dapat juga terjadi meski tidak melalui hubungan seksual.
3. HPV dapat bertahan dalam suhu panas.
Ciri dan Gejala Kanker Serviks
Pada stadium dini, gejala kanker serviks tidak terlalu kentara. Butuh waktu 10-20 tahun dari infeksi untuk menjadi kanker. Walau demikian, ciri-ciri berikut dapat dijadikan tanda kanker serviks:
- Terasa sakit saat berhubungan seksual,
- Mengeluarkan sedikit darah setelah melakukan hubungan badan,
- Keluar darah yang berlebihan saat menstruasi,
- Keputihan yang tidak normal (berwarna tidak bening, bau atau gatal),
- Pada stadium lanjut: kurang nafsu makan, sakit punggung atau tidak bisa berdiri tegak, sakit di otot bagian paha, salah satu paha bengkak, berat badan naik-turun, tidak dapat buang air kecil, bocornya urin / air seni dari vagina, pendarahan spontan setelah masa menopause, tulang yang rapuh dan nyeri panggul.
Deteksi Kanker Serviks Sejak Dini
- Pap Smear atau dikenal juga dengan sebutan Papanicolaou test, Pap test, cervical smear, smear test. Pemeriksaan pap smear memiliki berbagai kelebihan: biaya murah, waktu cepat dan hasil akurat. Tes ini dapat dilakukan kapan saja kecuali saat masa haid atau menstruasi; setidaknya satu tahun sekali. Pemeriksaan dilakukan di atas meja periksa kandungan oleh dokter/bidan yang sudah terlatih dengan menggunakan spekulum untuk membantu membuka alat kelamin wanita. Setelah vagina terbuka, bagian leher rahim diusap dengan spatula secara melingkar untuk mengambil contoh sel endoserviks. Kemudian hasil usapan tersebut diperiksa dengan mikroskop untuk mengetahui apakah ada sel abnormal, infeksi atau radang. Melakukan pap smear secara teratur dapat mengurangi risiko kematian akibat kanker serviks.
- IVA – Inspeksi Visual dengan Asam asetat. Merupakan deteksi dini yang dapat Anda lakukan di klinik. Caranya dengan mengoleskan larutan asam asetat 3%-5% ke leher rahim, kemudian mengamati apakah ada perubahan warna, misalnya muncul bercak putih. Jika ada, berarti kemungkinan terdapat infeksi pada serviks dan harus dilakukan pemeriksaaan lanjutan.
- Thin prep merupakan metode berbasis cairan yang lebih akurat dari pap smear, karena pap smear hanya mengambil sebagian sel dari leher rahim, sedangkan thin prep memeriksa seluruh bagian serviks. Sampel yang diambil dari leher rahim dimasukkan ke dalam vial / botol yang berisi cairan, kemudian dibawa ke laboratorium untuk diperiksa. Di lab, sampel tersebut dijadikan slide dan diberi pewarna khusus agar lebih jelas. Membran khusus digunakan untuk membuat preparat dengan irisan tipis, yang akan memperlihatkan infeksi atau jaringan abnormal. Tingkat akurasi metode ini hampir mencapai 100%.
Pencegahan Kanker Serviks
Mencegah kanker serviks datang lebih baik dari pada mengobati, Oleh karena itu berikut beberapa tips untuk mecegah kanker serviks.
- Hindari merokok, karena penggunaan tembakau dapat menyebabkan kanker.
- Jaga kesehatan dan daya tahan tubuh dengan cara konsumsi makanan bergizi. Jalani pola hidup sehat dengan cara makan sayuran, buah dan sereal. Perbanyak makanan yang mengandung vitamin A, C dan E serta asam folat untuk mengurangi risiko kanker leher rahim.
- Sebelum menggunakan toilet di tempat umum, selalu bersihkan bibir kloset dengan alkohol. Jangan membersihkan genital dengan air kotor.
- Hindari hubungan seks di usia dini. Hindari berhubungan badan dengan banyak partner karena HPV menular melalui hubungan seksual. Hindari berhubungan sex selama masa haid/menstruasi.
Natural Crystal X

Solusi Aman dan Alami untuk Organ Kewanitaan Anda
Mengatasi Keputihan, Bau tak sedap, membersihkan kerak di selaput vagina, mengencangkan otot kewanitaan, menambah sensitifitas miss v
Manfaat Crsytal X
- Crystal x Menyembuhkan iritasi di slaput vagina
- Crystal x Membunuh kuman dan bakteri
- Crystal x Membersihkan kerak dan kotoran di slaput vagina
- Crystal x Menghilangkan bau tak sedap
- Crystal x Mencegah dan menghilangkan keputihan
- Crystal x Mengaktifkan dan melenturkan kembali slaput vagina
- Crystal x Menambah kepekaan vagina terhadap daya rangsang
- Crystal x Mencegah terjadinya kanker yang berhubungan dengan alat reproduksi wanita



